Showing posts with label KINGDOM ANIMALIA. Show all posts
Showing posts with label KINGDOM ANIMALIA. Show all posts

Mammalia ( Hewan Menyusui )


Ciri utama mammalia adalah mempunyai kelenjar susu (glandula mammae) yang berguna untuk menyusui anaknya yang baru lahir. Tubuh mammalia umumnya ditutupi rambut, kulitnya dilengkapi dengan berbagai kelenjar, dan rahang umumnya dilengkapi dengan gigi. Gigi Mammalia bermacam-macam bentuknya mulai dari geraham, gigi taring, dan gigi seri. Jantungnya terdiri empat ruang (dua serambi, dua bilik) dengan sekat yang sempurna. Sebagian besar hidup di darat meskipun ada juga yang hidup di laut, seperti ikan paus dan lumba-lumba.

Mammalia memiliki volume otak yang lebih besar dibandingkan dengan hewan Vertebrata lainnya. Suhu badan Mammalia tetap atau tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan luarnya (homoioterm). Alat pernapasan Mammalia adalah paru-paru.  Mammalia memiliki ginjal bertipe metanefros, memiliki dua ureter yang mengalirkan urin ke kandung kemih (vesica urinaria).

Mammalia umumnya berkembangbiak dengan beranak atau  melahirkan (vivipar).  Tetapi ada juga mammalia yang berteliur (ovipar).

Berikut adalah beberapa ordo dari kelas Mammalia antara lain sebagai berikut.
1.    Monotremata
Ordo Monotremata merupakan satu-satunya Mammalia yang bertelur (ovipar). Contoh yang terkenal adalah Platypus sp. dari Australia, hidupnya di sungai. Sedangkan contoh dari Indonesia adalah nokdiak atau landak irian (Zaglossus bruijni).

2.    Marsupialia
Ordo Marsupialia adalah kelompok hewan mammalia yang mempunyai kantung. Kantung (marsupium) ini umumnya dijumpai pada hewan betina di bagian ventral tubuh atau lipatan  marsupial di sekeliling puting susu pada abdomen. Umumnya   Marsupialia tidak memiliki plasenta, telurnya dibuahi secara internal, dan mulai berkembang dalam uterus. Selanjutnya anak-anaknya akan dilahirkan dalam keadaan prematur yang kemudian merambat ke kantung marsupium. Kantung tersebut merupakan tempat yang sangat dekat dengan  puting susu induknya. Contoh hewan ini adalah kanguru yang hidup di Australia (Macropus sp.). Contoh lain dari marsupialia adalah  Phalanger sp (kuskus), Phascolarctus sp (koala), Didelphia marsupialia (opossum).

3.    Insectivora
Insektivora adalah mammalia pemakan (terutama) serangga, cacing, tunas, dan biji-bijian. Insektivora memiliki mata tertutup, telapak kaki depan lebar dengan cakar-cakar besar. Contoh: Scalopus sp, Scapanus sp, Echinosorex albus, Dan tikus cucurut (Suncus marinus).

4.    Chiroptera
Ordo Chiroptera merupakan kelompok Mammalia yang dapat terbang. Contoh dari ordo ini adalah kalong (Pteropus vampyrus), cecudu pisang (Macroglossus maximus), kelelawar coklat (Myotis spp.) dan kelelawar ekor bebas (Tadarida spp.)

5.    Rodentia
Ordo rodentia merupakan jenis mammalia pengerat. Contoh:  Sciurus sp (tupai pohon), Marmota sp (marmut),  Rattus sp (tikus), Mus musculus (mencit), Erethyson sp (landak).

6.    Carnivora
Ordo Carnivora merupakan mammalia pemakan   daging. Kelompok ini terdiri atas hewan-hewan yang berukuran kecil sampai besar. Jari kaki mereka umumnya 5 atau paling sedikit 4 yang semuanya bercakar. Carnivora memiliki gigi taring. Contohnya adalah anjing peliharaan  (Canis  sp.), beruang madu (Helarcos malayanus), harimau (Felis tigris), Felis catus (tikus rumah),  Zalophus sp (singa laut) dan Eumetopias jubata  (anjing laut).

7.    Proboscidae
Proboscidea meliputi semua jenis gajah. Contoh: Elephas maximus (gajah di India dan Indonesia),  Loxodonta africana  (gajah Afrika).

8.    Primata
Ordo Primata merupakan mammalia yang matanya stereoskopik menghadap ke depan. Contoh yang mudah kita temui di Indonesia adalah kera ekor panjang (Macaca fascicularis) dan orang utan (Pongo pygmeus).

Sebenarnya masih ada beberapa ordo lain dari kelas mammalia, tetapi sepertinya 8 ordo diatas sudah lebih dari cukup dalam Materi Biologi SMA.

Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.


Aves ( Burung )


Dalam kehidupan sehari-hari, Aves kita kenal sebagai kelompok burung. Secara umum tubuhnya terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Ciri aves yang paling terlihat adalah adanya bulu yang menutupi seluruh tubuhnya. Bulu-bulu tersebut, selain untuk terbang, juga berfungsi untuk menghangatkan tubuhnya. Ada tiga jenis bulu yang dimiliki oleh burung, antara lain; plumae, yaitu bulu yang langsung menempel pada batang bulu; plumulae, yaitu cabang dari plumae; dan filoplumae, yaitu helaian bulu yang paling halus yang merupakan cabang dari plumulae. Bulu dan paruh burung terbuat dari keratin. Burung tidak memiliki gigi untuk mengunyah makanannya, tetapi memiliki tembolok.

Lengan depannya mengalami modifikasi sebagai sayap yang umumnya digunakan untuk terbang. Burung adalah hewan yang suhu tubuhnya tetap (homoioterm) yang artinya temperatur tubuhnya stabil di berbagai tempat yang temperaturnya berbeda atau temperatur lingkungan tidak memengaruhi temperatur tubuh.  Hal ini berjaitan dengan jantungnya yang terdiri 4 ruang, dua atrium dan dua ventrikel, dengan sekat sempurna.

Burung bernapas dengan paru-paru. Selain itu, pernapasan burung dibantu oleh pundi-pundi udara (Saccus pneumaticus) ketika terbang. Burung berkembang biak dengan bertelur. Saluran pencernaannya sempurna, memiliki lambung kelenjar dan lambung berotot. Ginjalnya bertipe metanefros, tanpa kandung kemih. Pembuahan terjadi di dalam induk betinanya (internal). Setelah pembuahan terjadi, burung akan bertelur dan akan mengerami hingga menetas.

Aves terdiri dua subkelas, yaitu Archaeornithes dan Neornithes. Archaeornithes merupakan burung purba dan saat ini telah punah. Pada paruhnya terdapat gigi-gigi, ekornya masih bertulang, serta sayapnya masih bercakar. Contoh Archaeornithes  adalah Archaeopteryx sp. Sedangkan Neornithes merupakan kelompok   burung sejati. Tulang metacarpalia bersatu membentuk  carpometacarpus, jari kaki keduanya merupakan jari terpanjang, memiliki 13 vertebrae  caudal atau kurang, tulang dada (sternum) dengan atau tanpa carina, dan ekornya berbulu serta berukuran pendek. Neornithes merupakan kelompok burung modern yang sering kita temukan saat ini. Kelompok ini terdiri atas berbagai ordo.

Materi Biologi SMA kali ini akan menjelaskan berbagai macam ordo dari Kelas Aves beserta contohnya. Berikut adalah beberapa ordo dari kelas aves.

1.    Ordo Struthioniformes
Contoh hewan Struthioniformes adalah Struthio camelus (burung unta) dan omnivora. Burung unta tergolong pemakan hewan dan tumbuhan tinggi dapat mencapai 2,5 m, merupakan pelari ulung, tidak dapat terbang.

2.    Ordo Casuariiformes
Contoh Ordo Casuariiformes adalah Dromiceius  sp (burung kasuari); tidak dapat terbang, sayap kecil, kepala dan leher tidak berbulu, tinggi mencapai 1,7 m, banyak terdapat di Australia dan Papua.

3.    Ordo Apterygiformes
Apterygiformes adalah hewan sejenis burung kiwi, paruh panjang, lubang hidung di ujung paruh, sayap mereduksi, bulu-bulunya seperti rambut. Contoh Apteryx sp (kiwi).

4.    Ordo Procellariiformes
Procellariiformes adalah hewan sejenis burung albatros dengan ciri-ciri: lubang hidung tubular, dalam hidung terdapat kelenjar, paruh berlapis beberapa papan, jari kaki vestigial/ mereduksi, hidup di lautan. Contoh Oceanodroma sp (albatros kecil).

5.    Ordo Pelecaniformes
Ordo Pelecaniorfmes adalah hewan sejenis burung pelikan, burung ganet. Paruh besar, keempat jari dalam satu membran kulit, lubang hidung vestigial, hidup di laut tropis. Contoh: Pelecanus occidentalis  (pelikan putih), Morus bassana  (camar).

6.    Ordo Ciconiiformes
Ordo Ciconiiformes adalah hewan sebangsa burung blekok, flamengo. Dengan ciri-ciri leher panjang, kaki panjang, hidup di sawah, berkelompok. Makanannya ikan dan hewan air lainnya. Contoh: Cosmerodius albus (blekok putih),  Ardea herodias  (blekok biru), Phoeniopterus rubber (flamengo).

7.     Ordo Anseriformes
Ordo Anseriformes adalah golongan angsa, bebek, entok dengan ciri-ciri paruh lebar tertutup lapisan yang banyak mengandung organ sensori. Angsa mempunyai kaki pendek, jari dengan membran kulit, ekor pendek. Hewan muda berbulu seperti kapas. Contoh: Anas sp (bebek liar), Anser sp (entok), Cygnus sp (angsa).

8.     Ordo Falconiformes
Falconiformes merupakan burung karnivor, paruh kuat sekali dengan kait di ujungnya, kaki dengan kuku-kuku tajam untuk menerkam mangsanya. Sayapnya kuat, mampu terbang dengan cepat dan melakukan manuver. Ordo Falconiformes meliputi elang, garuda, burung pemakan bangkai. Contoh: Cathartes aura  (kepala merah), Gymnogyps sp (burung kondor), Falcon sp (elang), Buteo borealis  (ekor merah).

9.    Ordo Galliformes
Ordo Galliformes meliputi burung berparuh pendek, pemakan padi-padian. Paruh pendek, kaki untuk berlari dan  mengais. Contoh: Gallus varius  (ayam hutan), Gallus gallus  (ayam kampung), Pavo cristatus  (merak), Melleagris gallopavo (kalkun).

10. Ordo Columbifomes
Ordo Columbifomes mempunyai ciri-ciri paruh pendek, ramping dengan kulit lunak (sera) pada pangkal paruhnya. Tembolok Columbifomes besar dan dapat memuntahkan isinya untuk memberi makan anaknya. Keberadaan Columbifomes tersebar di seluruh dunia. Contoh: Columba livia, Columba fasciata (merpati), Zenaidura macroura  (perkutut).

11. Ordo Psittaciiformes
Ordo Psittaciiformes mempunyai ciri-ciri paruh pendek, kuat, bagian pinggir tajam dengan kait pada ujungnya. Suaranya keras, tempat hidup di hutan, dan pemakan buah-buahan. Contoh: burung kakatua, betet, burung makao.

12. Ordo Strigiformes
Ordo Strigiformus meliputi burung nocturnal, kepala besar, mata besar. Lubang telinganya besar, kadang-kadang mempunyai lembaran penutup. Makanannya burung kecil dan Arthropoda. Contoh:  Tyto alba, Bubo sp (burung hantu).


Kelompok Aves dikenal melalui telurnya, telur ayam, itik, dan burung unta sangat dikenal oleh masyarakat sebagai bahan makanan sumber protein tinggi. Dalam ekosistem, burung memiliki peranan penting, misalnya burung predator.

Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.


Reptilia (Hewan Melata)


Nama Reptilia berasal dari bahasa Latin,  “repere” yang berarti melata. Cara berjalannya secara merayap atau melata. Hewan ini tergolong berdarah dingin (poikiloterm) karena suhu tubuhnya tergantung pada suhu lingkungannya. Reptilia adalah hewan darat yang dapat hidup di air. Hewan ini bernapas dengan paru-paru. Kulit reptilia sangat keras, kering, dan bersisik. Kulit reptil yang keras disebabkan adanya zat kapur (zat kitin) seperti pada kura-kura. Hewan ini bergerak dengan menggunakan perut (melata), seperti ular dan ada juga yang menggunakan keempat kakinya, seperti buaya, komodo, biawak, kadal, dan penyu.

Jantung beruang empat, terdiri dua atrium (serambi) dan dua ventrikel (bilik). Sekat antara kedua bilik hampir sempurna. Ginjal bertipe metanefros. Fertilisasi pada Reptilia terjadi secara internal dan pembiakan bersifat ovipar atau ovovivipar. Jika pembiakannya ovipar, telur-telurnya memiliki cangkang yang keras. Namun, apabila pembiakannya ovovivipar telurnya mengandung banyak kuning telur, dan telur berkembang dalam saluran telur hewan betina Sebagian reptilia telah punah, misalnya Dinosaurus dan Pterydactyla (reptilia bersayap).

Dalam Materi Biologi SMA, Reptilia dibagi menjadi empat ordo, yaitu:
a.     Ordo Ophidia (bangsa ular), contohnya ular pohon, ular piton (Phyton reticulates), dan ular sawah.
b.     Ordo Crocodilia (bangsa buaya), contohnya buaya (Crocodylus sp) dan alligator (Alligator sp).
c.     Ordo Lacertilia (bangsa kadal), contohnya kadal (Mabouya sp), komodo (Varanus komodoensis), bunglon (Chameleo chameleon), biawak, dan tokek (Hemidactylus turcicus).
d.     Ordo Chelonia ( bangsa kura-kura),  kura-kura air tawar (Chelydra serpentina) dan penyu (Chelonia myotas).

Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Amphibia (Amfibi)


Amphibia berasal dari kata “amphi” = dua, “bios” = hidup. Jadi, Amfibi berarti hewan yang hidup di dua alam. Ketika masa larva hidup di air tawar, setelah dewasa hidup di darat,. Amphibia, seperti pada ikan, adalah hewan  poikiloterm. Artinya, suhu tubuhnya dapat beradaptasi dengan lingkungannya.

Amfibi adalah kelompok hewan yang melakukan pembuahannya secara eksternal dan internal. Bagi kelompok katak, telur yang telah dibuahi, dikeluarkan dan disimpan di dalam kantung penuh jeli. Telur ini dapat dibuahi saat jantan menaruh spermanya dekat betina. Bagi kelompok salamander, pembuahan berlangsung secara internal.

Tubuh ditutupi kulit yang selalu basah dan tidak bersisik. Sebagian besar Amfibi mengalami metamorfosis, fase larva bernapas dengan insang dan hidup di air, setelah dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit, dan hidup di darat. Jantungnya beruang tiga, terdiri dua atrium (serambi) dan satu ventrikel (bilik).

Dalam materi biologi SMA akan dijelaskan beberapa ordo dari kelas Amfibi yaitu Ordo Caudata (Urodela), Ordo Salientia (Anura), dan Ordo Gymnophiona (Apoda).

1.    Ordo Caudata (Urodela)
Caudata bentuknya seperti kadal, berekor, bernapas dengan paru-paru, sebagian ada yang bernapas dengan insang. Tubuhnya jelas terbagi dalam bagian kepala, badan, dan ekor. Kaki-kaki sama besar. Contoh: Megalobatrachus japonius  (salamander raksasa).

2.    Ordo Salientia (Anura)
Anura adalah bangsa katak, tidak berekor, pandai melompat. Hewan dewasa bernapas dengan paru-paru. Kepala dan tubuh hewan ini bersa-tu, tanpa leher. Kaki depannya pendek, kaki belakang besar dan kuat untuk melompat. Anura memiliki selaput renang pada jari-jari kaki. Mengalami metamorfosis, fertilisasi eksternal. Contoh Bufo terrestris  (katak bangkong), Rana pipiens (katak hijau).

3.    Ordo Gymnophiona (Apoda)
Hewan semacam cacing, tanpa kaki. Kulitnya lunak dan menghasilkan cairan yang merangsang. Antara mata dan hidung pada terdapat tentakel yang dapat ditonjolkan. Hewan ini mempunyai mata tanpa kelopak dan ekornya pendek. Hewan jantan memiliki organ kopulasi yang dapat ditonjolkan. Perkembang-biakannya secara ovipar atau ovovivipar. Hewan-hewan Anura banyak terdapat di daerah tropis. Contoh:  Ichthyosis glutinosus.

Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Pisces (Ikan)


Pisces merupakan hewan yang hidup di dalam air. Ada yang hidup di air tawar, air payau, dan ada juga yang hidup di air laut. Untuk memudahkan geraknya, tubuh ikan diselimuti oleh sisik yang berlendir. Ikan bergerak dengan menggunakan sirip.  Sirip terdiri atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor. Selain itu, ikan juga mempunyai gurat sisi yang berfungsi untuk mengetahui tekanan air. Ikan bernapas dengan insang yang dilindungi oleh tutup insang yang
disebut operkulum. Karena jantung ikan hanya memiliki satu ventrikel sehingga berdarah dingin dan suhu tubuhnya dapat berubah-ubah tergantung pada suhu luarnya atau disebut poikiloterm.

Pada umumnya ikan berkembang biak dengan bertelur dan pembuahannya terjadi di dalam air, di luar tubuh induknya. Pembuahan di luar tubuh induk disebut dengan pembuahan eksternal.

Dari semua jenis ikan yang ada sekarang, ikan (Pisces) dapat digolongkan menjadi 3 kelas yaitu,  kelas Agnatha, kelas Condrichthyes, dan kelas Osteichthyes.

1.    Kelas Agnatha / Cyclostomata
Agnatha berasal dari bahasa Yunani, yaitu  “a” yang berarti tidak dan  “gnathos” yang berarti rahang. Agnatha meliputi ikan-ikan yang tidak berahang, memiliki mulut bulat, yang berada di ujung anterior. Tanpa sirip, namun beberapa jenis Agnatha memiliki sirip ekor dan sirip punggung. Notokorda tetap ada selama hidup, secara tidak sempurna dan diselubungi kartilago. Agnatha hidup di air tawar atau air laut dan mendapatkan makanan dengan mengisap tubuh ikan lain dengan mulutnya.

Agnatha sudah memiliki alat indra berupa lubang hidung tunggal, dua mata, telinga dalam, dan organ perasa. Pada tahap larva, Agnatha memiliki gonad hermafrodit. Ketika dewasa menjadi kelenjar kelamin betina atau jantan, dan menjadi hewan berumah dua (diesius). Fertilisasi secara internal.

Contoh kelas Agnatha Myxine  sp (ikan hantu, ikan hag), Petromyzon sp (lamprey, belut laut).

2.    Kelas Chondrichthyes
Chondrichthyes berasal dari bahasa Yunani, yaitu “condros” yang berarti tulang rawan dan  “ichthyes”  yang berarti ikan. Semua jenis ikan yang termasuk dalam kelas Chondrichthyes memiliki tulang rawan, mulut dan lubang hidungnya ventral. Celah-celah pharyngeal yang terlihat dari luar berjumlah 5 atau lebih dan jantungnya hanya memiliki satu ventrikel. 

Memiliki rahang, mulut di bagian ventral. Kulitnya tertutup sisik placoid (berasal dari kombinasi mesoderm dan ectoderm). Sirip dada dan sirip perut berpasangan, sedangkan sirip punggung, sirip ekor, dan sirip dubur tidak berpasangan.

Chondrichthyes tidak memiliki gelembung renang. Ikan hiu mempunyai ciri, celah insang di tepi tubuh, sedangkan ikan pari, celah insangnya di bagian bawah tubuh. Chondrichthyes memiliki anggota jantan dan betina. Fertilisasi dapat secara eksternal ataupun internal. Ada yang ovipar, ada pula yang ovovivipar.

Contoh kelas Chondrichthyes adalah ikan hiu hiu (Galeocerda  sp.), Ikan Gergaji, Ikan Martil dan Ikan pari (Dasyatis  sp.)

3.    Kelas Osteichthyes
Osteichthyes berasal dari bahasa Yunani, yaitu  “osteon” yang berati tulang dan  “ichthyes”  yang berarti ikan. Semua jenis ikan yang termasuk dalam kelas Osteichthyes memiliki sebagian tulang keras, mulut dan lubang hidungnya ventral, celah-celah pharyngeal tertutup (tidak terlihat dari luar) dan jantungnya hanya memiliki satu ventrikel. Osteichthyes melakukan reproduksi dengan cara fertilisasi eksternal. Telur dan sperma keluar dari tubuh kemudian terjadi pembuahan. Mulutnya memiliki rahang. Sisik bertipe ganoid, sikloid, atau stenoid, yang semuanya berasal dari mesodermal. Insang dilengkapi operculum (tutup insang).

Contoh kelas Osteichthyes adalah Ameiurus melas (ikan lele), Scomber scombrus (ikan tuna), Onchorhynchus sp (ikan salmon), Sardinops coerulea  (ikan sarden), ikan bandeng dan ikan gurame.

Di dalam ekosistemnya, ikan berperan sangat besar. Bagi manusia, ikan memiliki nilai ekonomi tinggi, menjadi sumber makanan berkadar protein tinggi. Beberapa jenis ikan yang banyak dikonsumsi manusia dan bernilai ekonomi, di antaranya ikan emas, gurame, lele, kerapu, tongkol, sarden, tuna, dan bandeng. Banyak pula ikan bernilai ekonomi sebagai ikan hias dan peliharaan, misalnya ikan arwana, louhan, koi, dan diskus.

Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Phylum Echinodermata (Hewan Berkulit Duri)


Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Salam sapa buat semua pengunjung terimakasih telah membuka blog ini. Melanjutkan postingan saya yang kemaren tentang beberapa fylum dari kingdom Animalia. Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai fylum Echinodermata.

Echinodermata berasal dari kata echinos yang artinya ’duri’ dan derma yang berarti ’kulit’. Echinodermata dapat diartikan sebagai hewan berkulit duri. Hewan ini hidup di laut dan tidak ada yang hidup di air tawar. Selain kulitnya yang berduri, hewan ini juga mempunyai ciri dengan jumlah organ tubuh kelipatan lima. Rangka tubuhnya merupakan lempeng zat kapur. Phylum Echinodermata mempunyai sistem respirasi dengan menggunakan kulit berupa tonjolan dinding rongga tubuh (selom) tipis yang dilindungi oleh silia.

Sistem saluran air yang dimiliki oleh hewan berkulit duri ini adalah sistem amburakral. Sistem ini berfungsi untuk bergerak, menangkap mangsa, dan melakukan pernapasan.

Filum Echinodermata terbagi menjadi 5 kelas yaitu Asteroidea, Echinoidea, Ophiuroidea, Holothuroidea, dan Crinoidea. Untuk lebih jelasnya simak uraian berikut ini.

1.    Kelas Asteroidea
Asteroidea berasal kata Yunani aster (bintang) dan eiodes (bentuk), sehingga kelompok ini sering disebut sebagai  bintang laut. Kelas ini  memiliki tubuh pipih berbentuk seperti bintang atau pentagonal, terdiri atas lima lengan atau lebih yang tersusun simetri radial. Pada ujung-ujung lengan terdapat alat sensor yang bentuknya menyerupai tentakel dengan bintik mata pada ujungnya mengandung pigmen merah yang peka terhadap cahaya. Lekukan ambulakral membuka, berisi kaki tabung yang biasanya dilengkapi dengan sucker (batil penghisap). Permukaan tubuh bagian atas (aboral) ditutupi duri-duri tumpul berbentuk catut (pediselaria).

Contoh anggota kelas Asteroidea adalah bintang laut biru (Linckia sp.), Astropecten diplicatus, Archaster sp., bintang laut merah (Asterias sp.), dan Bintang laut berkulit (Culcita sp).

2.    Kelas Echinoidea
Echinoidea disebut juga  landak laut, berasal dari kata  echinos (landak) dan eiodos (bentuk). Tubuhnya berbentuk globuler, bulat (oval),  tidak memiliki lengan. Duri-duri tubuh panjang, digerakkan oleh otot dan berfungsi untuk berjalan. Lekukan ambulakral tertutup dan kaki tabung dilengkapi dengan sukers, mempunyai tiga pedisela ria seperti rahang, mulut terletak di tengah dan dikelilingi oleh selaput peristoma.

Ciri khas hewan ini adalah terdapat banyak pediselaria di seluruh permukaan tubuh, berupa duri-duri seperti batang yang panjang. Hewan ini mempunyai kerangka yang tersusun atas lempengan-lempengan kapur, membentuk  cangkang yang kaku berbentuk seperti kotak.

Contoh anggota kelas Echinoidea adalah landak laut (Echinus sp.), bulu babi (Diadema sp.), dan dolar pasir (Echinarachinus sp.).

3.    Kelas Ophiuroidea
Ophiuroidea disebut juga  bintang ular, berasal dari kata  ophis (ular), oura (ekor) dan eidos (bentuk). Tubuhnya memipih, seperti bintang atau pentamerous dengan lengan yang ramping, fleskibel. Tidak mempunyai kaki amburakral dan anus, sehingga sisa makanan dikeluarkan lewat mulut. Lekukan ambulakral tertutup dan kaki tabung tanpa sucker. Madreporit tertapat pada permukaan oral, tidak mempunyai pediselaria.

Contoh anggota kelas Ophiuroidea ini adalah Gorgonocephalus sp., Ophiopolis sp., dan Opiotrix fragilis (Bintang ular laut).

4.    Kelas Holothuroidea
Holothuroidea dikenal juga dengan sebutan mentimun laut, berasal dari kata holothurion (ketimun laut) dan eidos (bentuk). Tubuhnya memanjang dalam sumbu oral seperti cacing, simetri bilateral, mulut dan anus terletak pada kedua ujung yang berlawanan. Hewan ini tidak mempunyai lengan dan duri juga mereduksi menjadi  spikula. Kulitnya lunak dan tipis tanpa spina (duri) atau pediselaria. Hewan ini memiliki kaki tabung.

Contoh anggota kelas Holothuroidea adalah Cucumaria sp., Elapidia sp., dan teripang laut (Holothuria sp.).

5.    Kelas Crinoidea
Crinoida memiliki tubuh yang menyerupai tumbuhan, sehingga sering disebut sebagai lilia laut. Hidup pada karang atau pada tumbuhan laut. Hewan ini memiliki lengan yang panjang menyerupai daun, berjumlah lima atau kelipatannya, disebut pinnula. Panjang pinnula bisa mencapai 80-200 cm. Beberapa jenis memiliki tangkai yang berasal dari daerah aboral, berfungsi melekatkan diri pada substrat. Mulutnya terletak di daerah oral, mengarah ke atas dan dikelilingi oleh tentakel - tentakel halus yang disebut cirri. Amburakral terdapat di permukaan oralnya.

Contoh jenis dari kelas Crinoidea adalah Holopus sp. (lilia laut tidak bertangkai),  Ptilocrinus pinnatus (lilia laut bertangkai),  Metaricanus intereptus (lilia laut tidak bertangkai), dan Antendon sp. (lilia laut tidak bertangkai).

Echinodermata merupakan hewan pemakan bangkai dan kotoran hewan di laut sehingga ia mempunyai peran sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Secara ekonomis ia hanya sedikit sekali manfaatnya bagi manusia. Beberapa jenis dapat digunakan sebagai bahan makanan, misalnya teripang, dan kerangka dari beberapa jenis Echinodermata dapat digunakan sebagai bahan hiasan.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang materi dan soal biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Phylum Arthropoda (Hewan Berbuku Buku)


Meteri dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Salam bahagia buat pengunjung setia. Kali ini kita akan membahas salah satu phylum dari kingdom animalia yaitu Phylum Arthropoda.

Arthropoda berasal dari kata arthros yang berarti sendi atau ruas dan podos yang berarti kaki. Jadi, Arthropoda berarti hewan yang mempunyai kaki beruas-ruas. Atau biasa disebut hewan berbuku-buku. Dilihat dari jumlah spesies ataupun jumlah individunya, Arthropoda merupakan kelompok hewan yang mempunyai jumlah paling besar. Kelompok hewan ini dapat ditemukan hampir di semua habitat, yaitu di air, di darat, maupun di tanah.

Anggota Phylum Arthropoda tubuhnya berbuku-buku dan memiliki eksoskeleton. Tubuhnya dilapisi oleh epikutikula yang terdiri atas kitin hasil sekresi hipodermis. Tubuh dan kakinya terbagi menjadi segmen-segmen. Pergantian kulit terjadi dalam interval waktu tertentu. Sistem sarafnya terletak di ventral. Peredaran darahnya terbuka dan jantung terletak di dorsal.

Arthropoda telah memiliki alat pencernaan yang sempurna. Alat respirasinya berupa insang, trakea, paru-paru buku, atau permukaan tubuh. Ekskresi dengan menggunakan organ badan Malpighi atau nefridia. Untuk Arthropoda yang hidup di darat, alat pernapasannya berupa  paru-paru buku  atau  trakea,
sedangkan yang hidup di laut alat pernapasannya berupa  insang. Trakhea mempunyai muara berbentuk lubang yang disebut spirakel yang letaknya pada dinding ruas-ruas tubuh. Alat kelamin jantan dan betina terpisah pada masing-masing individu. Terdapat pula spesies yang mampu melakukan partenogenesis, yaitu sel telur yang mampu berkembang menjadi individu tanpa dibuahi.

Berdasarkan persamaan dan perbedaan struktur tubuhnya Arthropoda dibagi menjadi 4 kelas, yaitu Crustacea, Myriapoda, Arachnida, dan Insecta.

Karena Phylum Arthropoda penjelasannya lumayan banyak maka saya akan bahas per kelasnya. Berikut penjelasannya silahkan dibuka.
  1. Kelas Crustacea (Udang)
  2. Kelas Myriapoda (Luwing)
  3. Kelas Arachnida (Laba-Laba)
  4. Kelas Insecta (Serangga)


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang materi dan soal biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Manfaat Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom animalia yang begitu berlimpah dan beraneka ragam di bumi ini tentu memiliki manfaat yang sangat banyak pula. Dari mulai Porifera hingga Mamalia, memiliki peran serta manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pada Porifera, banyak organisme anggotanya yang memiliki peran bagi manusia yaitu :
1.     Sebagai alat pembersih badan (Spongia) ataupun mencuci barang, Contohnya adalah kelas Calcarea, Euspongia sp,
2.     Komoditas perdagagan, Contohnya adalah Spongilla sp.
3.     Secara umum Porifera merupakan Penyusun terumbu karang (koral) sehingga memiliki fungsi ekologis yang penting bagi ekosistem perairan laut.

Coelenterata juga merupakan penyusun terumbu  karang(koral) sehingga mempunyai fungsi ekologis. Karena keindahannya juga, dapat dimanfaatkan sebagai wisata bahari untuk mendatangkan devisa bagi Negara.

Mollusca banyak yang menguntungkan, di antaranya sebagai sumber makanan bergizi tinggi bagi kita, seperti cumi-cumi dan kerang yang kaya akan protein. Mollusca juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi seperti pada kerang penghasil mutiara.


Echinodermata merupakan hewan pemakan bangkai dan kotoran hewan di laut sehingga ia mempunyai peran sebagai pembersih lingkungan laut terutama pantai. Secara ekonomis ia hanya sedikit sekali manfaatnya bagi manusia. Beberapa jenis dapat digunakan sebagai bahan makanan, misalnya teripang, dan kerangka dari beberapa jenis Echinodermata dapat digunakan sebagai bahan hiasan.

Arthropoda memiliki peranan yang penting bagi kehidupan manusia. Beberapa dapat dijadikan sumber makanan bagi manusia, seperti udang dan kepiting. Kupu-kupu dan serangga lainnya pun sangat bermanfaat untuk membantu proses penyerbukan pada tumbuhan. Ada juga lebah yang menghasilkan madu yang dapat dikonsumsi dan menjadi obat untuk tubuh kita.

Pada Vertebrata, mulai dari Pisces hingga Mammalia, sudah memiliki  manfaat yang jelas bagi manusia. Pisces merupakan sumber protein yang tinggi bagi manusia. Amphibia dan Reptilia juga memiliki peranan tersendiri dalam keseimbangan alam di bumi ini. Aves dan Mammalia sangat berguna untuk manusia karena dapat dimanfaatkan, baik telur maupun dagingnya.

Selain manfaat, ternyata ada beberapa kelompok dari kingdom animalia yang merugikan bagi manusia. Contohnya adalah beberapa jenis cacing yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia.

Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang materi dan soal biologi SMP SMA REMBANG. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Phylum Nemathelminthes (Cacing Gilig/ Benang)


Nemathelminthes berasal dari kata “nematos” yang artinya benang dan “helminthes”  yang berarti cacing. Sehingga cacing ini biasa disebut dengan cacing benang. Selain itu, cacing ini sering disebut juga dengan cacing gilig karena cacing ini tidak terbagi menjadi segmen-segmen dan dengan bentuk tubuh yang silindris. Cacing ini sudah mempunyai saluran pencernaan yang lengkap dan permanen.

Semua Nemathelminthes (Cacing gilig/ Benang) tidak melakukan perkembangbiakan aseksual. Jadi, perkembangbiakannya dilakukan secara seksual. Alat kelamin jantan dan betina terpisah (dioecius). Cacing betina umumnya berukuran lebih besar daripada cacing jantan. Betina dan jantan juga dapat dibedakan dari ekornya. Pada cacing jantan, bagian ekornya (posterior), di dekat lubang anus, terdapat tonjolan yang disebut penial setae yang digunakan untuk kopulasi, sedangkan pada betina tidak ada.

Nemathelminthes (Cacing gilig/ Benang) di bagi menjadi 3 kelas yaitu Nematoda, Nematophora dan Acantocephala. Akan tetapi Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang kali ini tidak akan di jelaskan panjang lebar tentang semua kelas tersebut. Mengapa? Karena dalam Materi Biologi SMA saat ini hanya akan menerangkan beberapa contoh cacing yang yang termasuk dalam phylum Nemathelminthes (Cacing gilig/ Benang).

Berikut merupakan contoh cacing gilig yang hidup parasit dalam tubuh manusia.

1.    Enterobius vermicularis (Cacing Kremi)
Cacing ini berwarna putih, berukuran kecil, dan hidup di usus besar manusia, tepatnya dekat anus. Keberadaan cacing ini sangat mengganggu aktivitas manusia karena menyebabkan rasa gatal. Setelah digunakan untuk menggaruk, tangan harus segera dicuci. Jika tidak segera dicuci, telur cacing yang ikut terbawa di dalam kuku-kuku tangan akan ikut termakan ketika memakan makanan. Cacing tersebut akan masuk dan menetas di dalam perut. Keadaan ini disebut dengan autoinfeksi. Cacing ini sering menyerang anak-anak kecil.

2.    Ascaris lumbricoides (Cacing usus/ cacing perut)
Cacing ini hidup sebagai parasit dalam usus manusia dan sering disebut sebagai cacing usus atau cacing gelang, mempunyai panjang sekitar 20 cm, dengan kedua ujungnya meruncing dan berwarna merah muda. Cacing ini akan mengambil makanan dan mengisap darah penderita cacingan sehingga keadaan orang yang menderita cacingan akan terlihat pucat dan perutnya buncit.
Cacing ini dapat terbawa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang telah tercemar. Telur cacing dapat keluar bersama tinja manusia. Telur cacing yang masuk ke dalam usus akan menetas menjadi larva, kemudian larva akan berkembang menjadi cacing baru.

Bagaimana cara kita menghindari penyakit cacing ini? Usaha yang dapat kita lakukan adalah makan makanan yang bersih, tertutup rapat, agar terhindar dari lalat dan debu yang mengandung telur cacing. Selain itu, kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.

3.    Ancylostoma duodenale (Cacing tambang)
Mengapa cacing ini disebut cacing tambang? Pada waktu itu, cacing tersebut banyak menyerang orang-orang yang bekerja di daerah pertambangan yang menginfeksi melalui kulit kaki. Cacing ini hidup di dalam usus manusia yang mempunyai alat kait untuk mencengkeram dan mengisap darah. Daur hidupnya hampir sama dengan cacing perut, hanya telurnya menetas di tempat yang becek. Apabila ada seseorang yang menginjak tanah tersebut, maka larva akan menempel dan menembus kaki kemudian masuk ke peredaran darah, selanjutnya akan mengalami daur hidup seperti cacing perut. Seseorang yang menderita penyakit cacing ini bisa terserang anemia.

4.    Wuchereria bancrofti (Cacing filaria)
entuk cacing ini gilig memanjang, seperti benang maka disebut  filaria. Cacing ini hidup pada pembuluh limfe di kaki. Jika terlalu banyak jumlahnya, dapat menyumbat aliran limfe sehingga kaki menjadi membengkak. Cacing ini bisa menyebabkan penyakit kaki gajah. Cacing ini menghasilkan telur yang kemudian akan menetas menjadi anak cacing berukuran kecil yang disebut mikrofilaria. Selanjutnya, mikrofilaria beredar di dalam darah. Larva ini dapat berpindah ke peredaran darah kecil di bawah kulit. Jika pada waktu itu ada nyamuk yang menggigit, maka larva tersebut dapat menembus dinding usus nyamuk lalu masuk ke dalam otot dada nyamuk, kemudian setelah mengalami pertumbuhan, larva ini akan masuk ke alat penusuk. Jika nyamuk itu menggigit orang, maka orang itu akan tertular penyakit ini, demikian seterusnya.

Dari contoh di atas ternyata sebagian besar cacing Nemathelminthes (Cacing gilig/ Benang) adalah endoparasit baik pada hewan dan manusia.  Pencegahan penyakit tersebut dapat dicapai dengan cara mempertinggi sanitasi lingkungan dan higiene tubuh untuk memutus daur hidup cacing tersebut.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang materi dan soal biologi SMP SMA REMBANG. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Phylum Mollusca (Hewan Lunak)


Mollusca berasal dari kata “mollis” yang artinya lunak. Jadi, mollusca dapat disebut hewan bertubuh lunak. Mollusca dapat ditemukan secara luas di laut, air tawar, dan daratan. Akan tetapi, Mollusca paling banyak terdapat di laut.

Selain bertubuh lunak, hewan ini ditandai dengan tubuh yang simetri bilateral dan tubuh yang tidak beruas-ruas. Pada umumnya, tubuh Mollusca juga ditutupi oleh cangkang yang terbuat dari zat kapur (kalsium karbonat), berfungsi melindungi organ-organ dalam. Mollusca mempunya 3 bagian tubuh yaitu : Kaki Berotot (untuk pergerakan), Massa visceral (mengandung organ internal), dan Mantel (melindungi massa visceral dan mensekresikan bahan pembuat cangkang).

Mollusca dibagi ke dalam lima kelas. Kelima kelas tersebut adalah Amphineura, Gastropoda, Scaphopoda, Pelecypoda (Lamellibranchiata/Bivalvia), dan Cephalopoda.

1.    Kelas Amphineura
Hewan ini semua hidup di laut dan banyak ditemukan di pantai. Kaki perut Amphineura melekat pada batu-batu. Pada rongga mantelnya terdapat insang. Di bagian dorsal, tubuhnya ditutupi mantel yang dilengkapi dengan 8 kepingan kapur. Kadang-kadang kepingan tersebut dilapisi kitin. Contoh Amphineura yang banyak ditemukan adalah Chiton.


2.    Kelas Gastropoda
Nama Gastropoda berasal dari bahasa Yunani, gaster yang berarti perut dan podos yang berarti kaki. Gastropoda berarti hewan  yang berkaki perut. Seperti Anda lihat sehari-hari, hewan ini ada yang hidup di darat, air tawar, maupun air laut.

Contoh Mollusca yang hidup di darat adalah siput, bekicot (Acathina fulica), siput rakus (Amphidromus); yang hidup di air: kreco (Paludina), siput sawah (Limnea javanica).


Daging keong biasanya dibuat makanan “sate keong” yang memiliki nilai gizi tinggi, sedangkan cangkangnya yang indah dapat dijadikan untuk aneka hiasan. Selain dapat dimanfaatkan sebagai makanan, keong emas bisa merugikan pula. Keong emas yang hidup di sawah dapat menjadi hama padi, keong ini memiliki daya biak tinggi sehingga sulit untuk diberantas.

3.    Kelas Scapoda
Scaphopoda hidup di laut pada pantai-pantai yang berlumpur. Cangkoknya berbentuk taring atau terompet dengan kedua ujung yang terbuka. Contoh kelas ini adalah Dentalium sp.


4.    Kelas Pelecypoda
Pelecypoda adalah Mollusca yang mempunyai kaki berbentuk pipih seperti kapak untuk membuat lubang. Cangkoknya terdiri atas dua bagian yang dihubungkan dengan semacam engsel. Di dalam cangkok terdapat tubuhnya.

Contoh hewan kelas ini adalah tiram (Ostrea sp.), ketam (Anodonta sp.), dan remis (Buccinus sp.)

Di dalam rongga mantel terdapat insang. Insang atau brankia berupa lembaran-lembaran lamel dan mantelnya menempel pada cangkok. Di tepi cangkok, mantel secara terus-menerus membentuk bagian cangkok yang baru sehingga  cangkok makin lama makin besar.
.

5.    Kelas Cephalopoda
Cephalopoda merupakan Mollusca dengan kepala yang jelas dan mata yang besar. Kaki otot dimodifikasi menjadi tangan, tentakel sekeliling mulut, dan corong yang merupakan saluran keluar dari rongga mantel.

Cumi-cumi (Argonauta sp. dan Loligo sp.) serta gurita (Nautilus pompilium dan Octopus sp.) merupakan contoh hewan kelas ini.


Cephalopoda mempunyai peran yang cukup penting dalam ekosistem. Mereka merupakan mata rantai penting dalam jaring makanan pada ekosistem laut. Berbagai ikan memangsa cumi-cumi sebagai sumber makanannya. Selain itu, cumi-cumi dan sotong merupakan makanan laut yang digemari manusia.




Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang materi dan soal biologi SMP SMA REMBANG. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.