Pencemaran Air/ Polusi Air


Pencemaran air adalah masuknya polutan ke dalam air atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai pada tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya. Dalam kehidupan di bumi ini, air merupakan komponen yang sangat penting dalam berlangsungnya kebutuhan sehari-hari makhluk hidup, termasuk juga manusia. Manusia sangat membutuhkan air bersih untuk berbagai kegiatan antara lain untuk minum, mandi, mencuci, memasak, dan sebagainya. Oleh sebab itu air harus diupayakan layak dikonsumsi dengan memenuhi syarat fisik, syarat kimia maupun syarat biologis.

Syarat fisik air yang dapat dikonsumsi adalah tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Syarat kimianya yaitu tidak mengandung racun maupun zat-zat kimia lain yang berbahaya. Sedangkan untuk syarat biologis yang harus dipenuhi agar air bisa dikonsumsi yaitu tidak mengandung bakteri, kuman penyakit, dan mikroorganisme lainnya.

1.    Sumber pencemaran air/ Polusi Air
Sumber-sumber yang dapat menyebabkan pencemaran air adalah sebagai berikut.
-      Limbah industri yang dibuang ke perairan (sungai, danau, laut).
-      Limbah rumah tangga yang, seperti air cucian, air kamar mandi.
-      Limbah pertanian seperti penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan.
-      Terjadinya erosi yang membawa partikel-partikel tanah ke perairan.
-      Penggunaan racun dan bahan peledak dalam menangkap ikan.
-      Pembuangan limbah rumah sakit, limbah peternakan ke sungai.
-      Tumpahan minyak karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai.

2.    Dampak yang ditimbulkan
Dari sumber pencemaran diatas ternyata mempunyai dampak negatif bagi kehidupan manusia ataupun makhluk hidup lainnya khususnya di perairan.

Limbah cair industri mengandung zat beracun serta logam-logam berat seperti timbal (Pb), air raksa (Hg), cadmium (Cd) dan seng (Zn), menyebabkan air tidak baik dikonsumsi, kematian ikan dan biota air lainnya, bahkan penurunan produksi pertanian.

Limbah rumah tangga yang mengalir ke perairan akan dibusukkan oleh bakteri yang menyembabkan O2 di air berkurang sehingga akan mengganggu kehidupan organisme air.

Limbah pertanian misalnya sisa pupuk buatan, petisida, dan herbisida yang berlebihan. Senyawa nitrat dan pospat yang terkandung dalam pupuk apabila terbawa air dan terkumpul di suatu perairan (misalnya danau, waduk) dapat menimbulkan eutrofikasi. Yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan blooming (pertumbuhan yang cepat) pada alga, enceng gondok dan tanaman air lainnya. Jika permukaan air tertutup oleh tumbuhan air, maka difusi oksigen dan penetrasi cahaya matahari ke dalam air menjadi terhalang. Dengan begitu tanaman air tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga banyak hewan air mati karena kekurangan oksigen.

Zat organoklorin (misalnya DDT == Dikloro Difenil Trikloretana) dapat menyebabkan keracunan bagi biota sungai maupun hewan atau manusia yang memakan biota sungai tersebut. DDT juga dapat merangsang pertumbuhan kanker (bersifat karsinogen), menyebabkan gangguan ginjal, dan gangguan kelahiran.

Penggunaan racun dan bahan peledak dalam menangkap ikan menimbulkan kerusakan ekosistem air. Bahan peledak dapat menghancurkan terumbu karang dan merusak habitat tempat perlindungan ikan. Sedangkan racun tidak hanya membunuh hewan sasaran yaitu ikan yang berukuran besar, tetapi juga akan membunuh ikan kecil.

Tumpahan minyak di laut karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai mengakibatkan kematian kerang, ikan, dan larva ikan di laut. Hal ini karena aromatik hidrokarbon seperti benzene dan toluene bersifat toksik. Selain itu, minyak akan menutupi permukaan air sehingga difusi oksigen ke perairan terganggu yang menyebabkan penurunan kadar O2.

3.    Cara pencegahan dan penanggulangan
Dalam menangani limbah pertanian, penggunaan pupuk organik dan kompos sebagai pengganti pupuk buatan pabrik merupakan alternatif tepat untuk mengurangi pencemaran air oleh nitrat dan pospat. Penggunaan pupuk organic dan kompos juga dapat memperbaiki struktur dan aerasi tanah serta mencegah eutrofikasi.

Dalam penangkapan ikan, penggunaan jala dan pancing di samping lebih  higienis juga tidak menimbulkan kerusakan lingkungan, kelangsungan regenerasi ikan juga dapat berlangsung baik.  

Dalam hal perindustrian, pembangunan kawasan industri sebaiknya disertai dengan perencanaan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Selain hal tersebut kawasan industri harus memenuhi syarat telah memiliki instalasi pengolahan limbah, jauh dari pemukiman warga, serta seminimal mungkin menghasilkan limbah. Sebelum membuang limbah ke sungai, limbah cair dari pabrik sebaiknya disaring, diencerkan, diendapkan dan dinetralkan terlebuh dahulu.

Untuk mencegah terjadinya banjir dan erosi lapisan tanah diupayakan dengan gerakan penghijauan, reboisasi, pembuatan jalur hijau, mempertahankan areal resapan air pada kawasan-kawasan penyangga. Pembuatan sengkedan dan terasering pada lahan miring juga dapat memperkecil laju erosi.

Jika terjadi tumpahan minyak di pantai harus segera dibersihkan sebelum menimbulkan dampak lebih luas dan mengupayakan pencegahan kebocoran
instalasi pengeboran minyak lepas pantai.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.


5 comments on Pencemaran Air/ Polusi Air :

Berbagi Kreativitas said... on 20 May 2012 01:12

Selain dari poin besar yang terpublik tentang polusi air pastinya real. Tapi sedikit kutipan yang ingin Saya kembali ulas adalah syarat biologis "tidak mengandung bakteri, kuman penyakit, dan mikroorganisme lainnya" bukannya semua itu tidak lagi masalah jika air itu matang/ direbus? silahkan koreksi jika salah.

Rahul said... on 20 May 2012 11:14

@Berbagi Kreativitas:
Begini gan penjelasannya : Kalau dilogika pertanyaan agan memang ada benarnya, tapi perlu diingat bahwa ada beberapa bakteri yang dapat membentuk endospora yang mana tidak akan mati kalau dipanaskan dalam suhu air mendidih. Jadi walaupun sudah dimasak masih ada beberapa kemungkinan terdapat mikroorganisme dalam air tersebut. :)

obattradisionalacemaxs said... on 24 May 2012 23:41

artikelnya Sangat bagus!!

pengobatan herbal said... on 30 August 2012 20:15

bileh juga buat di pelajari, ...

pengobatan alami said... on 30 August 2012 20:15

mantap...

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-*
: 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

Silahkan masukkan komentar dan saran sesuai dengan postingan di atas. Untuk masalah di luar postingan di atas, silahkan tinggalkan pesan di buku tamu. Oke gan !! Atau yang maw bertanya seputar masalah biologi silahkan.