Gambar Sistem Reproduksi Berwarna


Siang-siang ketika asyik bermain game online, tiba-tiba ada telepon berbunyi. Ee ternyata ada pesan singkat. Ada salah satu pengunjung blog ini yang namanya saya rahasiakan (aslinya gak tau ci hehe..) menanyakan gambar berwarna untuk sistem reproduksi pada manusia. Pada postingan sebelumnya mengenai sistem reproduksi pada manusia, gambar yang saya lampirkan masih berwarna hitam putih.

Karena ada request dari pengunjung dan saya tidak maw mengecewakan akhirnya saya cari-cari sampai ke pelosok ruangan dan akhirnya ketemulah CD (compact disc). Dalam CD tersebut Alhamdulillah ada ebook Biologynya Campbell tapi dalam versi bahasa Inggris. Kemudian saya cek ternyata ada gambar2 berwarna mengenai sistem reproduksi manusia dan akhirnya saya copy deh..

Nah karena ukuran gambarnya rada besar (png) maka saya ubah menjadi berformat JPEG yang ukurannya menjadi kecil. Sebelumnya saya minta maaf karena gambar tidak bisa saya munculkan di halaman ini karena takut loadingnya menjadi berat. Oleh sebab itu langsung saja silahkan di download gambar-gambarnya di bawah ini via ziddu.

5.        Spermatogenesis (Berwarna)
6.        Oogenesis (Berwarna)

*Jika mengalami masalah download atau gambarnya kurang jelas, silahkan hubungi admin.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.


Admin Materi | Soal Biologi SMP SMA Ijin Cuti Ngeblog Sejenak


Sudah lama sekali ini saya selaku admin Materi | SoalBiologi SMP SMA tidak melakukan posting. Saya Admin mohon maaf kepada semua pengunjung atas semua kekurangan yang ada pada blog ini. Banyak beberapa pengunjung yang mengirim pesan singkat (SMS) kepada saya atau pun meninggalkan komentar yang masih menanyakan kelengkapan isi blog ini.

Ada yang mengatakan “materinya kurang lengkap”, ada juga yang bilang “cari materi Biologi tapi kok hanya judulnya saja, dimana penjelasannya?”. Ya kalau maw lengkap silahkan beli buku karangan Campbell Jilid satu 1 sampai 3 yang versi Indonesia dengan harga sekitar 500 ribu lebih (kalau gak salah) tergantung penjualnya. Hehehe… Atau kalau mau nyari ebooknya juga ada tapi kayaknya bahasanya masih Inggris. Mungkin suatu saat ada ebook Biologi Campbell yang pake bahasa Indonesia.

Bagi pengirim komentator yang menyebutkan identitas dengan jelas pasti akan saya tanggapi dan akan saya jawab seadanya, tapi untuk yang Anonymous mohon maaf, komentar anda langsung saya hapus jika kata-katanya tidak mengenakkan hati saya.

Perlu saya jelaskan bahwa Blog ini masih sangat baru. Saya membuat blog ini pada akhir tahun 2011, kemudian posting 3 judul dan berhenti karena rada malas. Kemudian pada bulan Maret saya bertekad untuk meneruskan blog ini lagi. Al hasil saya sudah memposting lebih dari 100 judul sampai sekarang dan Alhamdulillah banyak terindeks oleh mesin pencari Google.

Pada dasarnya blog ini menyediakan Materi dan Soal BiologiSMP dan SMA, akan tetapi untuk tingkat SMP saya belum bisa merilis karena masih bingung coz biologi dan fisika menyatu menjadi pelajaran IPA. Sampai saat ini saya baru bisa memposting materi biologi sma kelas X semester 2 ( BAB Dunia Tumbuhan, Dunia Hewan, Ekosistem dan Pencemaran Lingkungan) dan materi Biologi SMA kelas XI semester 2 (Sistem Reproduksi, dan Sistem Pertahanan Tubuh). Selain bab yang saya tulis di atas berarti materi yang anda cari belum terdapat pada blog ini. Mungkin bulan depan/ saat masuk sekolah baru akan saya lengkapi. Sambil menulis judul, kemungkinan blog ini akan saya update setelah masuk tahun ajaran baru saja (Dibaca : Cuti Ngeblog).

Nah, karena ini mendekati ulangan semester 2/ Ulangan Kenaikan kelas maka saya sarankan untuk Siswa siswi belajar dengan tekun, percaya diri dan rajin berdoa. Oke gan? Itu beberapa kata dari ungkapan hati saya, terima kasih sudah memberikan kritik dan saran. Disini saya hanya ingin membantu saja.

Sekedar tambahan saja, jika ingin menghubungi saya ( Pede luar biasa hehe ) silahkan dengan pesan singkat saja (di baca : SMS) karena tentu itu akan menghemat pulsa pengunjung semua. Katanya hemat pangkal kaya kan. Yang penting dengan bahasa santun dan sopan tentunya.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.


Macam Pencemaran Menurut Bahan Pencemarnya


Dalam postingan sebelumnya, kita sudah mengenal berbagai macam pencemaran menurut tempat terjadinya. Dalam postingan kali ini kita akan mempelajari berbagai macam pencemaran menurut bahan pencemarnya.

Berikut adalah macam pencemaran menurut bahan pencemarnya yaitu : 

1.    Pencemaran Kimiawi
Pencemaran kimiawi adalah pencemaran yang disebabkan oleh bahan/ zat kimia. Zat kimia ini bisa berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga ataupun yang berasal dari penggunaan pestisida DDT yang berlebihan. Zat kimia yang berasal dari limbah pabrik yang merupakan logam berat misalnya Pb (timbal), Hg (Air raksa), Cd (kadnium), Zn (seng), Cr (kromium), dan Ni (nikel). Limbah rumah tangga yang mengandung bahan kimia adalah penggunaan detergen.

Zat kimia yang lain penyebab pencemaran adalah penggunaan pestisida DDD yang berlebihan. DDT (Dikloro Difenil Trichlorothan) mengakibatkan pencemaran tanah dan pencemaran air.

2.    Pencemaran fisik
Pencemaran fisik adalah pencemaran yang disebabkan oleh benda-benda fisik yang bisa berupa bahan padat, cair dan gas. Zat cair yang dapat menyebabkan pencemaran misalnya limbah rumah tangga, keluarga, dan limbah pabrik. Zat padat yang menyebabkan pencemaran adalah kaca, logam, botol, karet, kaleng-kaleng bekas dan plastik. Sedangkan gas yang menyebabkan pencemaran misalnya asap pabrik, asap rokok, dan asap kendaraan bermotor.

3.    Pencemaran biologis
Pencemaran biologi adalah pencemaran yang disebabkan oleh bahan yang  berupa mikroorganisme penyebab penyakit, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa. Kebanyakan mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan penyakit perut.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Pencemaran Suara/ Polusi Suara


Pencemaran suara/ polusi suara adalah pencemaran yang ditimbulkan akibat bunyi yang tidak diinginkan dari suatu usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan.

Pencemaran/ polusi suara ini bisa disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder  yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.

Pada umumnya suara bukan termasuk dalam bahan pencemar kalau tingkat kebisingannya masih dalam batasan normal. Satuan dari tingkat kebisingan suara disebut dengan desibel (dB). Suara dikatakan sebagai pencemar (menyebabkan polusi suara) apabila tingkat kebisingannya di atas 50 dB. Namun ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa dikatakan polusi suara jika tingkat kebisingannya di atas 80 dB.

Berikut adalah tingkat kebisingan dari beberapa sumber suara yaitu : Percakapan normal (40 dB), Keributan (80 dB), Suara kereta api (95 dB), Pesawat jet lepas landas (150 dB).

Ternyata suara-suara bising dapat menyebabkan terganggunya pendengaran manusia. Selain itu, apabila kita berlama-lama mendengar  suara bising tersebut, maka akan menimbulkan berbagai masalah pada tubuh kita, misalnya, perubahan tekanan darah, gangguan jantung, perubahan denyut nadi, stress, dan kontraksi perut. Selain itu kebisingan juga bisa menyebabkan kerusakan indra pendengar/ cacat pendengaran secara permanen.  


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.





Pencemaran Tanah/ Polusi Tanah


Pencemaran tanah/ polusi tanah merupakan pencemaran yang disebabkan oleh masuknya polutan yang berupa zat cair atau zat padat ke dalam tanah. Karena tanah juga merupakan faktor abiotik dalam suatu ekosistem, maka kita harus menjaganya dan melestarikannya. Saran dari saya “jangan membuang sampah disembarang tempat”. Oke?

1.    Sumber pencemaran tanah
Berikut adalah berbagai macam sumber yang dapat mencemari tanah yaitu :
-      Sampah plastik, pecahan kaca, logam maupun karet yang ditimbun dalam tanah.
-      Sisa pestisida dari kegiatan pertanian yang meresap ke tanah.
-      Limbah deterjen yang dibuang ke tanah.
-      Pengikisan lapisan humus (topsoil) oleh air.
-      Senyawa asam dari peristiwa hujan asam yang meresap ke tanah.

2.    Dampak yang ditimbulkan
Dengan adanya polutan di tanah bisa berdapak negatif terhadap keseimbangan lingkungan. Sampah plastik, pecahan kaca,  logam  dan karet yang ditimbun dalam tanah akan sulit diuraikan oleh pengurai  dalam  tanah. Keberadaannya dalam tanah dapat menurunkan kesuburan tanah.

Pembuangan limbah deterjen dan kandungan pestisida dalam tanah dapat membunuh organisme pengurai dalam tanah sehingga mengganggu proses penguraian senyawa organik.

Terkikisnya lapisan humus dari permukaan tanah dapat menurunkan produktivitas tanah, tanah menjadi kurang subur. Terkikisnya lapisan humus bisa disebabkan karena penebangan liar sehingga hutan menjadi gundul.

Adanya  senyawa  asam  dari  hujan asam dapat menyebabkan perubahan  derajat  keasaman   (pH) tanah, hal ini berdampak  pada  aktivitas organisme pengurai dalam tanah. Perubahan keasaman tanah ini juga berpengaruh tidak baik terhadap penyerapan zat hara dari tanah oleh tumbuhan.

3.    Cara pencegahan dan penanggulangan
Pencegahan pencemaran tanah bisa diupayakan dengan melakukan daur ulang sampah plastik, logam, kaca, karet. Limbah deterjen sebaiknya jangan dibuang ke tanah, tetapi ditampung ke dalam bak penampungan untuk selanjutnya dilakukan pengendapan, penyaringan, dan penjernihan.

Untuk menghindari pengikisan lapisan humus oleh air hujan dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian tanaman, karena tanaman dapat menyerap air, seresah dedaunan yang dihasilkan dapat menyerap dan menahan air, serta perakarannya dapat menahan dan mengikat tanah agar tidak mudah tererosi.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Pencemaran Udara/ Polusi Udara


Pencemaran udara/ polusi udara adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga terjadi penurunan kualitas udara sampai tingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau tidak berfungsi sesuai dengan fungsinya.

1.    Sumber pencemaran udara/ Pulusi udara
Pencemaran udara/ polusi udara dapat disebabkan oleh gas dan partikel. Berikut adalah beberapa sumber yang menyebabkan pencemaran udara.

-      Asap dari cerobong pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran atau kebakaran hutan, asap rokok, yang membebaskan CO dan CO2  ke udara.
-      Asap vulkanik dari aktivitas gunung berapi dan asap letusan gunung berapi yang menebarkan partikel-partikel debu ke udara.
-      Asap dari pembakaran batu bara pada pembangkit listrik atau pabrik yang membebaskan partikel, nitrogen oksida (NO dan NO2), dan sulfur oksida (SO dan SO2).
-      Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang berasal dari kebocoran mesin pendingin ruangan, kulkas,  AC mobil.

2.    Dampak yang ditimbulkan
Pencemaran udara/ polusi udara mempunyai dampak yang negatif terhadap kehidupan. Karbon monoksida (CO) mampu berikatan dengan hemoglobin lebih kuat dibandingkan dengan oksigen. Pada saat konsentrasi gas CO dalam darah tinggi dapat menyebabkan kematian pada manusia.

Kadar CO2  yang tinggi di atmosfer dapat menyebabkan  efek rumah kaca. Mekanisme efek rumah kaca ini berasal dari panas matahari yang menembus lapisan atmosfer dan dipantulkan  ke bumi. Oleh karena kadar CO2  yang tinggi di atmosfer, panas matahari yang dipantulkan bumi terjebak di permukaan bumi. Akibatnya, suhu di dalam bumi meningkat. Jika keadaan tersebut terus berlangsung maka dampak jangka panjangnya adalah akan terjadi pemanasan global. Pemanasan global ini membuat gunung es di kutub selatan dan kutub utara mencair sehingga permukaan air laut naik.

Partikel-partikel debu yang berasal dari gunung meletus dapat menyebabkan gangguan dalam sistem pernafasan. Oksida belerang (SO, SOx) dan oksida nitrogen (NO, NOx) yang dibebaskan ke udara dapat bereaksi dengan uap air membentuk senyawa asam (asam sulfat, asam nitrat). Jika senyawa asam bersatu dengan uap air akan membentuk awan, lalu mengalami kondensasi dan presipitasi di udara dan akan turun sebagai hujan asam. Senyawa asam dalam air hujan menyebabkan kerusakan bangunan, korosi logam, memudarkan warna cat, menurunkan derajat keasaman tanah, bahkan menyebabkan kematian miroorganisme tanah.

Gas CFC yang dibebaskan ke udara akan menuju ke atmosfer kemudian akan mengikat ozon (O3). Kalau hal ini terjadi secara terus menerus maka akan terjadi penipisan lapisan ozon. Seperti yang kita tahu bahwa lapisan ozon merupakan lapisan yang berfungsi melindungi bumi dari sinar ultraviolet. Jika sinar ultraviolet ini masuk ke bumi maka akan membahayakan kehidupan di bumi.

3.    Cara pencegahan dan penanggulangan
Untuk mengurangi kadar CO2 yang ada maka penghijauan dan rebosisasi adalah cara yang efektif. Selain itu bisa juga dengan membuat jalur hijau dikota-kota besar. Dengan adanya penghijauan maka CO2 akan diserap oleh tumbuhan yang digunakan untuk fotosintesis.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memasang penyaring udara pada cerobong asap pabrik untuk menyaring partikel-partikel yang bercampur asap agar tidak terbebas ke udara. Menetapkan kawasan industri yang jauh dari kawasan pemukiman warga, mengurangi pemakaian minyak bumi dan batu bara pada industri dan pembangkit listrik. Memanfaatkan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti energi biogas, energi surya dan energi panas bumi untuk menggantikan energi minyak bumi dan batu bara. Mengurangi penggunaan gas CFC juga penting.

Perlunya ketentuan hukum internasional yang mengikat bagi semua negara yang melakukan percobaan nuklir di kawasan terbuka. Pemberian sanksi yang tegas bagi negara yang melakukan pelanggaran diharapkan dapat mengurangi polusi radioaktif. Demikian juga pengawasan yang ketat pada reaktor nuklir dari bahaya radiasi dan kebocoran.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Pencemaran Air/ Polusi Air


Pencemaran air adalah masuknya polutan ke dalam air atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai pada tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukannya. Dalam kehidupan di bumi ini, air merupakan komponen yang sangat penting dalam berlangsungnya kebutuhan sehari-hari makhluk hidup, termasuk juga manusia. Manusia sangat membutuhkan air bersih untuk berbagai kegiatan antara lain untuk minum, mandi, mencuci, memasak, dan sebagainya. Oleh sebab itu air harus diupayakan layak dikonsumsi dengan memenuhi syarat fisik, syarat kimia maupun syarat biologis.

Syarat fisik air yang dapat dikonsumsi adalah tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Syarat kimianya yaitu tidak mengandung racun maupun zat-zat kimia lain yang berbahaya. Sedangkan untuk syarat biologis yang harus dipenuhi agar air bisa dikonsumsi yaitu tidak mengandung bakteri, kuman penyakit, dan mikroorganisme lainnya.

1.    Sumber pencemaran air/ Polusi Air
Sumber-sumber yang dapat menyebabkan pencemaran air adalah sebagai berikut.
-      Limbah industri yang dibuang ke perairan (sungai, danau, laut).
-      Limbah rumah tangga yang, seperti air cucian, air kamar mandi.
-      Limbah pertanian seperti penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan.
-      Terjadinya erosi yang membawa partikel-partikel tanah ke perairan.
-      Penggunaan racun dan bahan peledak dalam menangkap ikan.
-      Pembuangan limbah rumah sakit, limbah peternakan ke sungai.
-      Tumpahan minyak karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai.

2.    Dampak yang ditimbulkan
Dari sumber pencemaran diatas ternyata mempunyai dampak negatif bagi kehidupan manusia ataupun makhluk hidup lainnya khususnya di perairan.

Limbah cair industri mengandung zat beracun serta logam-logam berat seperti timbal (Pb), air raksa (Hg), cadmium (Cd) dan seng (Zn), menyebabkan air tidak baik dikonsumsi, kematian ikan dan biota air lainnya, bahkan penurunan produksi pertanian.

Limbah rumah tangga yang mengalir ke perairan akan dibusukkan oleh bakteri yang menyembabkan O2 di air berkurang sehingga akan mengganggu kehidupan organisme air.

Limbah pertanian misalnya sisa pupuk buatan, petisida, dan herbisida yang berlebihan. Senyawa nitrat dan pospat yang terkandung dalam pupuk apabila terbawa air dan terkumpul di suatu perairan (misalnya danau, waduk) dapat menimbulkan eutrofikasi. Yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan blooming (pertumbuhan yang cepat) pada alga, enceng gondok dan tanaman air lainnya. Jika permukaan air tertutup oleh tumbuhan air, maka difusi oksigen dan penetrasi cahaya matahari ke dalam air menjadi terhalang. Dengan begitu tanaman air tidak dapat melakukan fotosintesis sehingga banyak hewan air mati karena kekurangan oksigen.

Zat organoklorin (misalnya DDT == Dikloro Difenil Trikloretana) dapat menyebabkan keracunan bagi biota sungai maupun hewan atau manusia yang memakan biota sungai tersebut. DDT juga dapat merangsang pertumbuhan kanker (bersifat karsinogen), menyebabkan gangguan ginjal, dan gangguan kelahiran.

Penggunaan racun dan bahan peledak dalam menangkap ikan menimbulkan kerusakan ekosistem air. Bahan peledak dapat menghancurkan terumbu karang dan merusak habitat tempat perlindungan ikan. Sedangkan racun tidak hanya membunuh hewan sasaran yaitu ikan yang berukuran besar, tetapi juga akan membunuh ikan kecil.

Tumpahan minyak di laut karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai mengakibatkan kematian kerang, ikan, dan larva ikan di laut. Hal ini karena aromatik hidrokarbon seperti benzene dan toluene bersifat toksik. Selain itu, minyak akan menutupi permukaan air sehingga difusi oksigen ke perairan terganggu yang menyebabkan penurunan kadar O2.

3.    Cara pencegahan dan penanggulangan
Dalam menangani limbah pertanian, penggunaan pupuk organik dan kompos sebagai pengganti pupuk buatan pabrik merupakan alternatif tepat untuk mengurangi pencemaran air oleh nitrat dan pospat. Penggunaan pupuk organic dan kompos juga dapat memperbaiki struktur dan aerasi tanah serta mencegah eutrofikasi.

Dalam penangkapan ikan, penggunaan jala dan pancing di samping lebih  higienis juga tidak menimbulkan kerusakan lingkungan, kelangsungan regenerasi ikan juga dapat berlangsung baik.  

Dalam hal perindustrian, pembangunan kawasan industri sebaiknya disertai dengan perencanaan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Selain hal tersebut kawasan industri harus memenuhi syarat telah memiliki instalasi pengolahan limbah, jauh dari pemukiman warga, serta seminimal mungkin menghasilkan limbah. Sebelum membuang limbah ke sungai, limbah cair dari pabrik sebaiknya disaring, diencerkan, diendapkan dan dinetralkan terlebuh dahulu.

Untuk mencegah terjadinya banjir dan erosi lapisan tanah diupayakan dengan gerakan penghijauan, reboisasi, pembuatan jalur hijau, mempertahankan areal resapan air pada kawasan-kawasan penyangga. Pembuatan sengkedan dan terasering pada lahan miring juga dapat memperkecil laju erosi.

Jika terjadi tumpahan minyak di pantai harus segera dibersihkan sebelum menimbulkan dampak lebih luas dan mengupayakan pencegahan kebocoran
instalasi pengeboran minyak lepas pantai.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.


Praktikum Uji Pernapasan (Respirasi) Ke 1


Dalam pelajaran Biologi SMA maupun Biologi SMP, tidak akan terlepas dengan apa yang namanya praktikum. Praktikum ini umumnya untuk membuktikan teori-teori ataupun hukum yang ada, tujuannya mungkin agar lebih mantap begitu. Praktikum kali ini saya buat karena mungkin ada banyak siswa yang belum memahami atau pun bertanya-tanya.. “Kok bisa ya?”. Supaya jelas jadi praktik aja.

1.    Dasar Teori
Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah melakukan pernapasan (respirasi). Dalam mekanismenya, respirasi ini akan terjadi penarikan dan pengeluaran udara.  Mekanisme peristiwa tersebut karena konsentrasi oksigen yang lebih sedikit dan karbon dioksida yang lebih banyak bila dibandingkan dengan udara di atmosfer.

Pada respirasi, udara yang dikeluarkan dari paru-paru mengandung banyak karbon dioksida (CO2) dan udara yang masuk ke paru-paru mengandung banyak oksigen (O2). Kecepatan. Laju respirasi pada makluk hidup dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang diantaranya adalah aktivitas makhluk hidup itu sendiri dan suhu lingkungan.

2.    Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui adanya kandungan CO2 pada udara pernapasan makhluk hidup. (Disini makhluk hidup adalah manusia == Untuk yang tumbuhan tidak dibahas tapi hasilnya juga sama kok, sama sama mengandung CO2)

3.    Alat dan Bahan
Alat :
-      Erlenmeyer 125 ml
-      Sumbat karet dengan 2 lubang atau plastisin. (pake plastisin aja)
-      Pipa kaca 14 cm/ 7 cm atau sedotan plastik.

Bahan :
-      Air kapur atau larutan (Ca(OH)2) jenuh

4.    Cara Kerja
-      Isi Erlenmeyer dengan air kapur
-      Buatlah rangkaian alat seperti dibawah ini dengan menggunakan Erlenmeyer, pipa kaca atau sedotan dan sumbat karet/ plastisin.
-      Isaplah udara untuk bernapas dari pipa A, kemudian keluarkan udara pernapasan melalui pipa B. Menghisap dan mengeluarkan nafas jangan terlalu kuat.
-      Dengan melakukan pernapasan tadi, udara yang dihisap akan melalui pipa A dan udara yang dikeluarkan dari paru-paru akan melalui air kapur pipa B.
-      Amati Hasilnya

5.    Hasil Pengamatan
Tulis apa saja yang anda amati. Dalam praktikum saya, hasilnya air kapur akan menjadi keruh.

6.    Pembahasan
Silahkan di bahas sesuai dengan apa yang anda alami. Kemudian tuliskan juga rumus kimia yang terjadi. Ini lah Reakasinya

Ca(OH)2 + CO2 -----> CaCO3 + H2O

CaCO3 inilah yang membuat air keruh.

 

7.    Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum kali ini adalah pada udara sisa pernapasan manusia mengandung karbon dioksida (CO2).


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Pencemaran Lingkungan (Polusi)


Pencemaran lingkungan (polusi) adalah peristiwa masuknya atau dimasukkannya zat atau bahan ke lingkungan oleh karena kegiatan manusia atau peristiwa alam yang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan, sehingga lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya.

Kita tahu bahwa perkembangan industri di segala bidang semakin pesat. Tujuan dari semua itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Akan tetapi, dalam pelaksanaan industri ini selain menghasilkan produk yang digunakan oleh manusia juga menghasilkan sisa produk atau limbah. Limbah adalah suatu benda atau zat yang mengandung substansi yang berbahaya bagi makhluk hidup, baik manusia, hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme. Apabila limbah-limbah tersebut dibuang begitu saja ke lingkungan tanpa didahului proses pengolahan atau dibuang pada tempat-tempat yang tidak seharusnya, maka akan timbul pencemaran.

Limbah dan zat atau bahan yang menyebabkan polusi disebut polutan. Ciri-ciri polutan adalah : Kadarnya melebihi normal, berada pada tempat yang tidak semestinya, berada pada waktu yang tidak tepat, dan bersifat racun/ toksik.

Pencemaran dapat dikelompokkan menurut tempat terjadinya pencemaran, menurut bahan pencemarnya, dan menurut tingkat pencemaran.

Macam pencemaran menurut tempat terjadinya yaitu :
1.     Pencemaran Udara
2.     Pencemaran Air
3.     Pencemaran Tanah
4.     Pencemaran Suara

1.     Pencemaran Kimiawi
2.     Pencemaran Biologi
3.     Pencemaran Fisik

Macam pencemaran menurut tingkat pencemarnya yaitu : 
1.     Pencemaran Ringan.
2.     Pencemaran Kronis.
3.     Pencemaran Akut.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.


Pencemaran Lingkungan dan Upaya Pelestariannya


Pada Bab ini kita akan membahas pencemaran lingkungan dan upaya pelestariannya. Kebanyakan pada bab ini sudah dipelajari saat kita berada di SMP. Jadi pada kesempatan kali ini kita akan mengingat-ingat sedikit demi sedikit. Berikut adalah materi sub bab yang akan dipelajari.

1.    Keseimbangan Lingkungan dan Perubahan Lingkungan
Keseimbangan Lingkungan
Perubahan Lingkungan
Faktor-faktor penyebab gangguan keseimbangan Lingkungan

Pencemaran menurut tempat terjadinya
Pencemaran menurut bahan pencemarnya
Pencemaran menurut tingkat pencemaran

3.    Pelestarian Lingkungan
Etika lingkungan
Pengelolaan lingkungan hidup

4.    Jenis-Jenis Limbah dan Pemanfaatan Limbah
Jenis-jenis limbah
Daur ulang dan pemanfaatan limbah
Usaha mengurangi limbah dalam kehidupan sehari-hari


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.


Kelainan Sistem Kekebalan Tubuh


Kelainan Sistem Kekebalan Tubuh terjadi jika sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik. Ada kalanya sistem kekebalan tubuh ini bereaksi dengan molekul asing (antigen) dengan berlebihan. Beberapa contoh kelainan sistem kekebalan tubuh di antaranya adalah alergi, autoimunitas, dan AIDS.

1.    Alergi
Alergi merupakan respons sistem kekebalan tubuh yang hipersensitif untuk melawan antigen. Alergi dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya debu, bulu kucing, benang sari, dan makanan. Penyebab alergi disebut dengan  alergen.

Proses alergi dimulai ketika alergen masuk ke dalam tubuh. Ketika alergen masuk, antibodi IgE akan dibentuk seperti halnya sel memori B dan T. Antibodi yang dihasilkan akan berikatan dengan mastosit. Saat lgE mengikat alergen, mastosit akan melepaskan butir-butir halus yang disebut histamin. Efek dari pelepasan histamin tersebut dapat berupa bersin, hidung basah, dan mata berair.

Untuk lebih jelasnya, proses alergi terjadi sebagai berikut. Pertama, Alergen masuk ke aliran darah. Kedua, sel-sel B membentuk antibody. Ketiga, antibodi
menempel pada mastosit. Keempat, antibodi berikatan dengan antibody dan mastosit. Ke lima, histamin dilepaskan menyebabkan gejala alergi.

2.    Autoimunitas
Autoimunitas merupakan suatu keadaan sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi untuk menyerang sel tubuh yang lain, memperlakukannya seolah-olah bukan bagian dari tubuh. Hal ini disebabkan oleh kesalahan limfosit T dalam mengingat antigen.

3.    AIDS
Acquired Immunodeficiency Syndrome  (AIDS), adalah penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus  (HIV). Gejala yang timbul pada penderita AIDS didahului dengan kelelahan, lemah, penurunan berat badan, demam, diare kronik, napas pendek, dan kelainan sel limfosit.

Virus HIV dapat ditularkan melalui transfusi darah, antara ibu penderita dan bayi yang dikandungnya, penggunaan jarum suntik, dan ditularkan secara seksual.



Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Mekanisme Sistem Pertahanan Tubuh


Berikut akan dijelaskan mekanisme sistem pertahanan tubuh ketika tubuh kita terkene luka. Pada dasarnya dalam sistem pertahanan tubuh terdapat beberapa tahap yaitu sistem pertahanan tubuh garis pertama, sistem pertahanan tubuh garis kedua, dan sistem pertahanan tubuh garis ketiga. Sistem pertahanan tubuh garis pertama dan kedua merupakan pertahanan tubuh nonspesifik dan sistem pertahanan tubuh garis ketiga merupakan sistem pertahanantubuh spesifik.

Sistem pertahanan tubuh garis pertama yang berperan adalah Kulit, Membran mukosa, Sekresi dari kulit dan membrane mukosa. Sistem pertahanan tubuh garis kedua meliputi Sel darah putih fagositik, Protein antimikroba, Respons peradangan. Sedangkan sistem pertahanan tubuh garis ketiga yang berperan adalah Limfosit dan Antibodi.

Ketika tubuh kita mendapatkan luka, maka selain reaksi pembekuan darah, tubuh juga dengan cepat melindungi bukaan pada luka dari infeksi bakteri dan mikroorganisme lainnya. Adanya luka secara langsung telah merusakkan sistem pertahanan tubuh nonspesifik.

Ketika terjadi luka, histamin dilepaskan oleh mast cell (mastosit), dan sel basofil yang tersebar di seluruh jaringan. Histamin yang diterima reseptor pada otot polos dan endotelium di dinding kapiler darah menyebabkan kapiler darah mengalami vasodilatasi (penambahan diameter), sementara vena menyempit. Hal ini menyebabkan kapiler darah menjadi lebih permeabel. Daerah tersebut akan terlihat memerah dan membengkak.

Selain mengeluarkan histamin, mastosit juga menghasilkan faktor kemotaksis untuk ‘menarik’ dan mengaktifkan eosinofil, neutrofil, dan monosit (sel fagosit), serta faktor pengaktif keping darah yang akan terlibat dalam proses pembekuan darah. Sel fagosit, baru akan terlihat di sekitar daerah luka setelah sekitar 30 sampai 90 menit kemudian.

Eosinofil berperan dalam menghambat dan mengurangi konsentrasi histamin yang dikeluarkan mastosit, agar tidak terjadi reaksi yang berlebihan. Jika terjadi infeksi oleh bakteri, maka neutrofil akan mengaktifkan lisosom. Lisosom melepaskan enzim lysozim yang akan mendegradasi bakteri dan sel-sel dari jaringan yang rusak di sekitar luka.

Monosit dan makrofag juga menghasilkan  endogenous pyrogen. Zat ini memberikan sinyal pada pengatur suhu di hipotalamus, untuk menaikkan suhu tubuh beberapa derajat. Kita menyebut situasi ini sebagai demam. Hal ini terjadi terutama jika infeksi yang diderita cukup berat. Naiknya suhu tubuh dimaksudkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri atau organisme patogen, agar lebih mudah dilumpuhkan. Respons tubuh ini dapat dikatakan sebagai respons sistem pertahanan tubuh nonspesifik dan belum melibatkan sel-sel limfosit.

Makrofag, yang jumlahnya hanya beberapa persen dari jumlah keseluruhan leukosit ini memainkan peranan penting. Makrofag memiliki protein MHC (macrophage’s histocompatibility complex) yang kemudian akan berikatan dengan antigen pada mikroba. Kompleks MHC-antigen ini kemudian dimigrasikan ke membran sel makrofag.

Sel limfosit juga turut serta dalam melumpuhkan mikroba yang masuk ke dalam tubuh, hanya saja dengan mekanisme yang berbeda. Sel limposit B dengan reseptor komplemen berikatan dengan antigen dari bakteri atau organisme patogen. Hal ini untuk mengenali antigen tersebut. Limfosit B akan membelah dan berdiferensiasi menjadi sel memori dan sel plasma. Sel plasma menyekresikan antibodi yang dapat melumpuhkan mikroba yang masuk ke dalam cairan tubuh (humor). Target operasi limfosit B adalah bakteri, virus yang berada di luar sel, jamur dan protista. Limfosit T membentuk sistem kekebalan seluler. Sel sitotoksik akan menempel pada sel yang sudah terinfeksi virus, sel kanker, atau sel asing yang ditransplantasikan ke tubuh.

Reseptor pada sel T penolong berikatan dengan kompleks MHC-antigen makrofag. Ikatan ini menyebabkan sel T penolong menghasilkan hormon interleukin yang menginduksi sel T penolong untuk membelah dan berdiferensiasi menjadi sel memori. Sel T penolong juga dapat berikatan dengan sel limfosit B dan menginduksi (dengan bantuan hormon interleukin) sel limfosit B untuk membelah dan berdiferensiasi menjadi sel memori dan sel plasma. Sel plasma akan menyekresikan antibodi.

Antibodi yang disekresikan sel plasma akan berikatan dengan antigen mikroba, untuk kemudian dapat dikenali oleh makrofag dan dicerna. Fenomena ini disebut  opsonic adherence (Opsin adalah istilah yang berarti "bersiap untuk makan") atau opsonisasi. Proses ini pada dasarnya adalah mekanisme penandaan sel mikroba pelumpuh antigen dengan antibodi.

Sel T sitotoksik juga dapat aktif membelah dan berdiferensiasi dengan bantuan hormon interleukin yang disekresikan dari sel T penolong. Sel sitotoksik mengenali sel-sel asing atau sel yang terinfeksi virus di dalam tubuh, kemudian menguraikan membran selnya dengan protein yang dihasilkannya. Hal ini sangat penting, karena antibodi tidak dapat menyerang patogen yang telah menginfeksi sel tubuh.

Sumber : Praktis Belajar Biologi Kelas XI, Pengarang Fictor Ferdinand dan Moekti Ariebowo


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Respon Kekebalan Tubuh


Respons kekebalan tubuh terhadap kehadiran antigen dapat dibedakan atas dua cara, yaitu imunitas humoral dan imunitas seluler.

1.    Imunitas Humoral/ Kekebalan tubuh Humoral
Respons kekebalan tubuh humoral atau imunitas humoral melibatkan aktivitas sel B dan produksi antibodi yang beredar di dalam plasma darah dan limfa. Pembentukan antibodi ini dipicu oleh kehadiran antigen. Antibodi secara spesifik akan bereaksi dengan antigen. Antibodi umumnya tidak secara langsung menghancurkan antigen yang menyerang, namun antibodi terlebih dahulu akan mengikat antigen tersebut.

Terdapat beberapa cara antibodi menghancurkan patogen atau antigen, yaitu  netralisasi, aglutinasi, presipitasi, dan fikasasi komplemen (protein komplemen). Sebelum dijelaskan lebih lanjut silahkan simak gambar berikut ini.
 Klik untuk memperbesar Gambar

Netralisasi merupakan cara yang digunakan antibodi untuk berikatan dengan antigen supaya aktivitasnya terhambat (tidak aktif). Dengan demikian sel fagosit dapat mencerna bakteri tersebut.

Aglutinasi atau penggumpalan merupakan proses pengikatan antibodi terhadap  bakteri atau virus sehingga mudah dinetralkan. Antibodi memiliki minimal dua daerah ikatan (binding site). Cara ini memudahkan sel fagosit menangkap sel-sel patogen tersebut.

Presipitasi atau pengendapan merupakan pengikatan silang molekul-molekul antigen yang terlarut dalam cairan tubuh. Setelah diendapkan, antigen tersebut dikeluarkan dan dibuang melalui fagositosis.

Fiksasi komplemen dilakukan dengan cara antibodi yang berikatan dengan antigen akan mengaktifkan sistem komplemen (protein komplemen) untuk membentuk luka atau pori pada sel mikroba patogen. Pembentukan luka atau pori ini menyebabkan lisozim dapat masuk dan sel patogen tersebut akan hancur (lisis).

2.    Imunitas Seluler/ Kekebalan tubuh Seluler
Respon kekebalan tubuh selular melibatkan sel-sel yang bereaksi langsung terhadap sel-sel asing atau jaringan yang terinfeksi. Respon kekebalan tubuh seluler ini merupakan kekebalan yang ditunjang oleh sel T (Limfosit T).

Tugas utama imunitas seluler adalah untuk menghancurkan sel tubuh yang telah terinfeksi patogen, misalnya oleh bakteri atau virus. Masih ingatkan dengan Sel T (Limfosit T) dan jenis serta fungsinya? Kalau lupa silahkan lihat Disini kembali. Kalau sudah dibaca, perhatikan gambar berikut ini merupakan cara kerja dari sel T dalam menghadapi patogen.
 Klik untuk memperbesar gambar


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.

Macam-Macam Kekebalan Tubuh


Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa ketika antigen masuk ke tubuh dan berhasil melewati pertahanan tubuh nonspesifik, maka secara otomatis yang akan menghalang antigen tersebut selanjutnya adalah pertahanan tubuh spesifik. Pertahanan tubuh spesifik ini yang nantinya akan berhasil menghabisi antigen dan kemudian akan membentuk antibody. Sehingga ketika suatu saat antigen tersebut kembali menyerang tubuh kita, maka kita sudah mempunyai antibody yang sebelumnya dan tubuh menjadi kebal (imun).

Ada beberapa macam kekebalan tubuh yang kita bahas dalam postingan ini yaitu :

1.    Kekebalan tubuh Aktif
Kekebalan tubuh aktif merupakan kekebalan tubuh yang diperoleh dari dalam tubuh, karena tubuh membuat antibodi sendiri. Kekebalan aktif terdiri dari dua bentuk, yaitu kekebalan aktif alami dan kekebalan aktif buatan.

Kekebalan tubuh aktif alami  merupakan kekebalan tubuh yang diperoleh setelah tubuh menderita penyakit dan kemudian sembuh. Jika penyakit yang sama menyerang, maka tubuh tidak akan terserang karena sebelumnya sudah membentuk antibody. Contoh kekebalan tubuh aktif alami: Penyakit cacar.

Kekebalan tubuh aktif buatan merupakan kekebalan tubuh dengan cara memasukkan dengan sengaja pathogen tertentu sehingga tubuh menjadi kebal. Perlu diketahui bahwa pathogen yang dimasukkan kedalam tubuh kita sudah dilemahkan sebelumnya. Cara seperti ini biasa disebut dengan vaksinasi. Contoh kekebalan tubuh aktif buatan adalah : Vaksinasi campak dan polio.

2.    Kekebalan Tubuh Pasif
Kekebalan tubuh pasif merupakan kekebalan yang diperoleh bukan dari  antibodi yang disintesis dalam tubuh, melainkan tinggal memakainya saja. Kekebalan tubuh pasif ini dapat terjadi secara alami maupun buatan.

Kekebalan tubuh pasif alami adalah kekebalan yang diperoleh bukan dari tubuhnya sendiri, melainkan dari tubuh orang lain. Contoh kekebalan pasif alami : Kekebalan bayi yang diperoleh dari ibunya yaitu melalui air susu ibu (ASI) yang diberikan pada bayi. ASI pertama mengandung kolostrum yang mana di dalam kolostrum terkandung berbagai macam antibodi ibu yang melindungi bayi dari penyakit. Meskipun hanya bertahan untuk beberapa minggu, namun cukup untuk bayi hingga sistem kekebalan tubuhnya bekerja dengan baik.

Kekebalan tubuh pasif buatan adalah kekebalan yang  diperoleh dari antibodi yang sudah jadi dan terlarut dalam serum. Contoh kekebalan tubuh pasif buatan : pemberian serum pada penyakit rabies dan tetanus.

Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.


Pertahanan Tubuh Spesifik (Kekebalan Tubuh)


Pertahanan tubuh spesifik disebut juga dengan Sistem Kekebalan Tubuh (Imunitas). Sistem ini bekerja bila pathogen berhasil melewati pertahanan tubuh nonspesifik. Sistem kekebalan tubuh ini merupakan pertahanan garis ketiga dari sistem pertahanan.

Sistem kekebalan tubuh mempunyai ciri-ciri khusus (spesifik), yaitu mengingat dan mengenali mikroba patogen atau zat asing (antigen). Sistem kekebalan tubuh memiliki kemampuan untuk mengenali dan menghancurkan patogen dan zat asing tertentu.

Sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap antigen tertentu dengan mengaktifkan sel limfosit dan memproduksi protein khusus yang disebut antibodi. Sistem kekebalan tubuh mampu mengingat antigen yang pernah menyerang dan telah mempersiapkan diri lebih baik dan efektif jika patogen tersebut menyerang kembali.

Yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh adalah Sel Limfosit dan Antibodi. Sel limfosit terdiri dari Sel Limfosit B dan Limfosit T. Berikut akan dijelaskan secara detail pada point-point tersendiri.

  1. Limfosit
  2. Antibodi

Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.


Limfosit B dan Limfosit T

Pada postingan kali ini akan dibahas mengenai Limfosit B dan Limfosit T. Berikut penjelasannya.

1.    Limfosit B (Sel B)
Limfosit B merupakan bagian dari sel darah putih (Leukosit). Limfosit B ini terbentuk dan dimatangkan di sumsum tulang. Dalam sumsum tulang, limfosit B berdiferensiasi menjadi sel plasma dan sel limfosit B-Memori.

Sel plasma berfungsi bertugas menyekresikan antibodi kedalam cairan tubuh dan sel limfosit B-memori yang berfungsi menyimpan informasi antigen. Informasi ini disimpan dalam bentuk DNA yang dapat memproduksi antibodi yang cocok dengan antigen. Itu sebabnya kalau kita pernah menderita penyakit cacar, kita tidak akan terkena penyakit itu lagi karena limfosit B memori telah mengingat antigen tersebut.

2.    Limfosit T (Sel T)
Limfosit T dimatangkan di kelenjar timus. Di kelenjar timus, limfosit T juga berdiferensiasi menjadi  sel T sitotoksik (Killer), sel T penolong (helper), dan sel T supressor (penekan). Masing-masing dari ketiga jenis tersebut mempunyai tugas/ fungsi yang berbeda-beda.

Sel  T  sitotoksik (killer), berfungsi membunuh sel-sel yang terinfeksi, Sel ini dapat membunuh berbagai bibit penyakit, dan sel kanker. Sel T penekan mempunyai efek menstabilkan jumlah sel killer agar Sel killer tidak membunuh sel sel tubuh yang sehat. Sel T penolong (helper) membantu  zat antibodi dan sel B penghasil antibodi. Sel ini mengatur respons, kekebalan tubuh dengan cara mengenali dan mengaktifkan limfosit yang lain.

Baik limfosit B dan limfosit T akan masuk ke dalam sistem peredaran limfatik atau getah bening. Sel limfosit banyak terdapat pada sistem peredaran darah limfatik, sumsum tulang, kelenjar timus, kelenjar limfa, amandel (tonsil), darah, dan dalam sistem pencernaan. Perhatikan gambar berikut. 


Cara kerja sel T dengan sel B sebagai berikut.
1.     Antigen menginfeksi tubuh.
2.     Sel T mengenali antigen tersebut dan segera mengikatnya.
3.     Sel T sitotoksik atau pembunuh akan menghancurkan sel asing/antigen.
4.     Sel B di dalam organ-organ limfa mengeluarkan antibodi yang segera
5.     berinteraksi dengan antigen.


Demikian saya ucapkan terima kasih untuk kunjungannya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Silahkan kasih komentar jika ada yang hal-hal yang ingin ditanyakan tentang Materi dan Soal Biologi SMP SMA Rembang. Atau contact saya di no HP. 085641467626. Atau via email di co.gaul86@gmail.com.